sebenarnya udah lama ke museum taman prasasti tepatnya 16 maret 2012. sehabis kelas mpk inggris dewi minta ditemenin ke sudirman. as a good friend ya aku temenin lah. abis dari sudirman kita bingung mau kemana. akhirnya tercetuslah ide untuk ke museum. lalu setelah mencari tahu lokasi museum taman prasasti di internet kami berdua memberanikan diri untuk nekat kesana dengan sedikit pengetahuan. awalnya ke halte busway. trus kata petugas buswaynya lebih baik naik mikrolet karena dekat. yaudah kita naik mikrolet jurusan tanah abang. pas naik, kami berdua malah bikin ribut sebus karena nanya-nanya ke orang museum taman prasasti itu dimana. sampe pada akhirnya bapak-bapak ngajak turun di depan pasar tanah abang. oke kita ikutin bapak itu karena dia juga mau ke roxy. bapak itu ngasitau banyak hal dan mengarahkan kami padahal kami sendiri gak tau apa yang dia omongin. dia terus menerus bicara sampe akhirnya arah kami berbeda dengannya. dia terus berbicara untuk mengarahkan jalan sampai akhirnya dia mengeluarkan tanda pengenal dan memberikanya pada kami. akhirnya kami berpisah dengan bapak itu. tidak jauh kami berpisah, bapak itu menghampiri kami lagi dan menyuruh kami untuk lewat jalan yang berbeda. kami berdua mengikuti apa kata bapak itu. kami berjalan cukup jauh dan tidak menemukan jalan kebenaran, hehe. akhirnya kami bertanya pada bapak yang ada di pinggir jalan. dia tidak tahu. lalu kami bertanya pada orang yang ada di bengkel motor. lalu dia menunjukan jalan dan menyuruh kami naik bus atau bajaj. akhirnya kami berjalan kaki menuju jalan besar lagi dan memutuskan untuk naik bajaj menuju museum taman prasasti. ternyata museumnya masih jauh -___- untung kami naik bajaj kalo jalan kaki terus pasti gak sampe. sesampainya di museum kami berkeliling dan melihat beberapa nisan kolonial yang unik seperti
lalu setelah berkeliling kami mengobrol dengan penjaga museum. namanya pak siapa gitu lupa, dia cerita soal beberapa nisan di museum ini. katanya nisan terunik di museum ini milik brandes, nisannya berbentuk candi dengan lingga semu di puncaknya.
kemudian ada yang unik juga menurut kami, yaitu nisan Stuttrtheim. karena nisannya berbentuk nisan islam dan terdapat logo hiranyagrbha di depan nisannya.
disebelah nisan stutterheim yang dibatasi sebuah pohon, terdapat nisan soe hok gie. entah mengapa nisannya ada di museum taman prasasti.
setelah puas mengelilingi museum ini dan museum juga mau tutup akhirnya kami pulang naik bajaj lagi menuju stasiun kereta gambir. jalan-jalan bersama dewi menyenangkan apalagi tersesat dan tidak tahu jalan :) i love get lost
































